Archive for July, 2009

Serengeti National Park

Posted in Uncategorized with tags , , on July 31, 2009 by hatakehafiz

The Serengeti ecosystem is a geographical region located in north-western Tanzania and extends to south-western Kenya between latitudes 1 and 3 S and longitudes 34 and 36 E. It spans some 30,000 km2.

The Serengeti hosts the largest and longest overland migration in the world, a semi-annual occurrence. This migration is one of the ten natural travel wonders of the world.

The region contains several national parks and game reserves. Serengeti is derived from the Maasai language, Maa; specifically, “Serengit” meaning “Endless Plains”

Approximately 70 larger mammal and some 500 avifauna species are found there. This high diversity in terms of species is a function of diverse habitats ranging from riverine forests, swamps, kopjes, grasslands and woodlands. Blue Wildebeests, gazelles, zebras and buffalos are some of the commonly found large mammals in the region.

Around October, nearly 2 million herbivores travel from the northern hills toward the southern plains, crossing the Mara River, in pursuit of the rains. In April, they then return to the north through the west, once again crossing the Mara River. This phenomenon is sometimes called the Circular Migration. Over 250,000 wildebeest alone will die along the journey from Tanzania to Masai Mara Reserve in upper Kenya, a total of 500 miles. Death is often caused by injury, exhaustion, or predation. The migration is chronicled in the 1994 documentary film, Africa: The Serengeti.

History and ecology
A young Maasai man (moran or warrior) walks into the Serengeti with the Ngorongoro Highlands as a backdrop.

Much of the Serengeti was known to outsiders as Maasailand. The Maasai were known as fierce warriors, and lived alongside most wild animals with an aversion to eating game and birds, subsisting exclusively on their cattle. Their strength and reputation kept the newly arrived Europeans from exploiting the animals and resources of most of their land. A rinderpest epidemic and drought during the 1890s greatly reduced the numbers of both Maasai and animal populations. Poaching and the absence of fires, which had been the result of human activity, set the stage for the development of dense woodlands and thickets over the next 30–50 years. Tsetse fly populations now prevented any significant human settlement in the area. Fire, elephants, and wildebeest were influential in determining the current character of the Serengeti. By the 1960s, as human populations increased, fire, either intentionally set by the Maasai to increase area available for pasture, or accidentally, scorched new tree seedlings. Heavy rainfall encouraged the growth of grass, which served as fuel for the fires during the following dry seasons. Older Acacias, which live only 60 to 70 years, began to die. Initially elephants, which feed on both young and old trees, had been blamed for the shrinking woodlands. But experiments showed that other factors were more important. Meanwhile, elephant populations were reduced from 2,460 in 1970 to 467 in 1986 by poaching. By the mid 1970s wildebeest and African buffalo populations had recovered, and were increasingly cropping the grass, reducing the amount of fuel available for fires. The reduced intensity of fires has allowed Acacia to once again become established,.

Maasailand now has East Africa’s finest game areas. The governments of Tanzania and Kenya maintain a number of Protected Areas: parks, conservation areas, game reserves, etc., which give legal protection to over 80% of the Serengeti.

Ol Doinyo Lengai, the only active volcano in the area of the Serengeti, is the only volcano which still ejects carbonatite lavas. This material, upon exposure to air, changes from black to white and resembles washing soda. A thick layer of ash can turn into a calcium rich hardpan as tough as cement after rained upon. Tree roots cannot penetrate this layer, and the essentially treeless plains of the Serengeti, which lie to the west and down wind of Ol Doinyo Lengai, are the result.

Firehouse Band

Posted in Uncategorized on July 31, 2009 by hatakehafiz

FireHouse is an American hard rock band formed in Charlotte, North Carolina in 1989. The band reached stardom during the early 1990s with hit singles like “Don’t Treat Me Bad” and “All She Wrote”, as well as their signature ballads “I Live My Life for You”, “Love of a Lifetime”, and “When I Look Into Your Eyes”. At the 1992 American Music Awards, FireHouse won the award for Best New Hard Rock/Metal Band. They were chosen over Nirvana and Alice in Chains.

Despite diminishing success in the United States as the decade progressed, the band remained very popular in Asia, mainly in countries like Japan, Thailand, and Singapore. FireHouse continued to release new material throughout the late 1990s and into the early 2000s, most of which has successfully charted in Japan. The band has also continued to tour internationally as of 2007, having participated twice in the annual Rock Never Stops Tour with other bands of the 1980s. FireHouse is estimated to have sold 7 million albums worldwide since their debut.

Originally composed of vocalist C.J. Snare, guitarist Bill Leverty, drummer Michael Foster, and bassist Perry Richardson, the band has maintained its original members with the exception of Richardson,who departed in 2000 due to conflict. Richardson was replaced three times before current bassist Allen McKenzie was given the position in 2004

firehouse “love of the lifetime”

Posted in Uncategorized on July 31, 2009 by hatakehafiz
From LYRICSMODE.COM lyrics archive

Lyrics | Firehouse lyricsLove Of A Lifetime lyrics

Iwan Fals

Posted in Uncategorized with tags , , , on July 27, 2009 by hatakehafiz

iwan_fals_01

Iwan_Fals__Indonesian_Singer_by_astIwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 47 tahun) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.

Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.

Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.

Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]

Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.

Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]

Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.

Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.

SEBAGAI penyanyi dan pencipta lagu, Iwan Fals punya tempat istimewa dalam peta musik Indonesia. Generasi akhir 1970-an hingga sekarang yang merasa terwakili oleh lagu-lagunya, menempatkan Iwan Fals sebagai idola. Lagu-lagu Iwan memang khas, kadang bernada keras menyengat, kadang lembut menyentuh, tak jarang pula ia bertutur dengan bercanda. Lagu-lagu Iwan semakin memiliki kekhasan karena kata-kata yang ia gunakan tidak klise.

Hal lain yang bisa kita baca, banyak memang musisi yang mampu membuat melodi yang tak kalah enaknya. Tapi soal membuat lirik, Iwan memang sulit tergantikan, atau bahkan tak ada duanya. Tak hanya pada lagu-lagu kritik sosialnya, tetapi juga pada lagu-lagu cinta. Meskipun bertema cinta, tapi di dalamnya tetap tersimpan visi dan pesan-peran kehidupan. Ini yang sangat jarang kita temukan pada lagu karya musisi lain.

Tentu yang membuat sosok Iwan begitu besar, bukan sekedar karena kemampuannya meracik lirik yang luar biasa, tapi yang tak kalah penting adalah lirik-lirik itu menjadi bagian integral dari visi dan perjalanan hidup Iwan sehari-hari. Lagunya adalah sikap hidupnya, dan itulah yang dia kerjakan. Iwan tahu benar perbedaan makna berindustri dengan berkesenian atau berkebudayaan.

Dengan segala karya dan karsa yang sudah ia hasilkan, wajar kalau Iwan Fals menjadi penyanyi dan musisi besar negeri ini. Iwan adalah legenda. Tapi sungguh pun banyak kalangan yang mengidolakannya, Iwan tetaplah bersahaja, tetap rendah hati, dan apa adanya.

ini adalah beberapa tulisan biografi Iwan Fals. Dalam perjalanan hidupnya yang tak selalu mulus dan penuh liku, kita belajar banyak sosok Iwan Fals untuk menjadi manusia yang semakin baik, manusia selalu yang belajar dari perjalanan hidup masa lalu, manusia yang berguna, manusia yang tak pernah lelah melawan ketidakadilan dan menemukan kebenaran.

Klan Uchiha

Posted in Uncategorized with tags , , on July 25, 2009 by hatakehafiz

Madara Sharingan

MadaraUchiha19382

Klan Hyuuga adalah salah satu klan tertua di Konoha. Mereka telah ada sejak lahirnya desa. Bertahun-tahun yang lalu hidup seorang gadis dari klan Hyuuga yang jatuh cinta kepada orang asing. Ia memutuskan untuk menikah dengan dengan orang itu dan mengundang banyak protes dari klannya. Tetapi, orang yang ingin dinikahinya sesungguhnya bukanlah manusia. Namanya adalah Sojobo. Ia adalah Raja Tengu.

Ada dua jenis tengu, Karasu tengu (bentuknya mirip gagak dengan paruh dan sayap) dan Konoha tengu (disebut juga dengan Yamabushi tengu). Sojobo adalah Konoha tengu. Ia mempunyai hidung yang panjang dan rambut putih dengan sepasang sayap hitam di punggungnya. Sebagai raja tengu, Sojobo memiliki kekuatan mistik. Ia membawa kipas yang terbuat dari daun Fatsia yang dapat mengakibatkan badai (karena itu terkadang orang menyebut jenis daun ini sebagai Kipas Tengu atau Tengu no Uchiwa). Ia bisa menteleportasikan dirinya atau benda lain dari satu tempat ke tempat lain. Ia juga bisa berkomunikasi dengan orang secara telepati atau juga mengendalikan pikiran mereka dan membuatnya menjadi gila. Di samping itu, Sojobo juga dikenal karena kemampuan berubahnya. Ia terkadang bertransformasi sebagai wujud manusia untuk berinteraksi dengan orang-orang.

Di sisi lain, gadis dari klan Hyuuga ini telah jatuh cinta kepada Sojobo yang mengambil wujud manusia tanpa mengetahui identitas sebenarnya. Mereka kemudian menikah tak lama setelah bertemu satu sama lain. Kurang lebih satu tahun kemudian, gadis itu hamil dan melahirkan putra pertamanya. Sojobo menamai putranya Uchiha, Uchiha Madara, yang dimana Uchiwa berarti kipas. Dan tentu saja seperti yang telah kita ketahui, kipas tersebut juga kemudian menjadi simbol Klan ini.

Semua berjalan dengan baik. Uchiha Madara tumbuh dan menjadi shinobi yang kuat. Dia tidak hanya dikaruniai Kekkei Genkai (bloodline, kemampuan berdasar keturunan garis darah) dari ibunya, tetapi dengan darah Tengu didalam dirinya Byakugan telah berevolusi menjadi bentuk yang lebih mengerikan, Sharingan. Kemampuan garis keturunan baru ini mempunyai 2 level: Sharingan normal/biasa dan Mangekyou Sharingan. Seperti ayah Tengunya, Madara memiliki kekuatan magis yang luar biasa. Ia bisa menggunakan telepati untuk menguasai pikiran manusia, atau juga menteleportasikan dirinya melewati jarak yang pendek. Ketika Sharingannya telah mencapai level Mangekyou sharingan, matanya membuat kekuatannya lebih intensif dan membawanya mendekati wujud tengu. Ia telah menciptakan 3 buah jurus, ia menamainya Tsukiyomi (untuk mengontrol pikiran dan menghipnotisnya), Amaterasu (untuk menteleportasikan objek ke dimensi lain), dan Susanoo.

Tetapi, hal baik tidak selalu berjalan lancar. Ketika Madara akan mencapai kedewasaan, Sojobo menunjukkan tujuan aslinya. Ia tidak menikah karena cinta melainkan untuk mencari tubuh sempurna untuk mendapatkan kekuatan, dan ia menemukan jalan terbaik untuk membuatnya sendiri dengan darahnya. Ia telah berencana mengambil tubuh Madara yang telah dewasa. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Madara untuk mengetahui kebenaran ini. Ia merasa amat terpukul dan marah. Ia merasa telah dimanfaatkan, tetapi ia tak ingin menyerah dengan mudahnya, yang tentu saja tidak mungkin tanpa pertarungan. Tetapi Madara tahu jelas bahwa tak peduli sekuat apapun dirinya, ia tidak bisa mengalahkan Raja dari Tengu.

Kemudian Madara mencari BijuuKyuubi (Dewa Api). Kyuubi sangat tercengang dengan kemampuan Madara. Perjanjian rahasia telah disepakati dan Kyuubi bersedia untuk meminjamkan kekuatannya kepada Uchiha Madara. Madara menguasai Katon dengan amat cepat dan ia telah dapat memanggil api kegelapan yang dapat membakar segala sesuatu selama 7 hari 7 malam setelah mengeluarkan Amaterasu. Tapi, walaupun dengan kekuatan barunya dan chakra yang besar, Uchiha Madara hanya bisa menyerang ayah iblisnya seujung rambut. Ia tak dapat mengalahkannya untuk sekali ataupun selamanya, karena itu Madara menyegelnya. Segel yang dipakainya sangat spesial. Untuk melepaskan segelnya membutuhkan chakra kyuubi dan tidak hanya satu tetapi 3 anggota Uchiha yang dapat menggunakan Mangekyou Sharingan. Setiap pemakai Mangekyou Sharingan harus memanggil jurus yang berbeda pada waktu bersamaan dan ketika ketiga jurus–Tsukiyomi, Amaterasu, dan Susanoo–dikombinasikan, iblis itu akan terbebaskan. Itu adalah tahap yang cukup rumit dan Madara berpikir dengan semua itu sudah cukup untuk menyegel iblis itu untuk selamanya.

Ketika Hokage Pertama menemukan apa yang terjadi, Ia amat marah pada Madara karena mereka adalah teman baik tetapi Madara menginginkan kekuatan Kyuubi untuk ketamakan. Maka ia bertarung dengan Madara di VALLEY OF THE END. Dimana naruto dan sasuke juga bertarung.

Lahirlah seorang Uchiha yang baru. Seorang yang sangat kuat yang bernama Itachi Uchiha. Ia mengetahui segala kebenaran itu dan bermaksud untuk membebaskan Sang Raja Tengu dan mempersembahkan tubuhnya untuknya. Ia mengetahui kalau klannya tidak akan membiarkan hal ini dan ia membutuhkan 3 pengguna Mangekyou Sharingan. Karena itu, menemukan Uchiha Madara yang lain, pemimpin daripada akatsuki. Ia membutuhkan seorang lagi. Untuk itu ia membuat jalan balas dendam untuk adiknya. Ketika Sasuke menanggapinya, rencana itu akan berjalan dengan sempurna.

Sumber dari NarutoBuzz.

Hatake kakashi

Posted in Uncategorized with tags , , on July 25, 2009 by hatakehafiz

kakashi_gif3

Naruto_-_Hatake_Kakashi

Kakashi Hatake adalah salah satu tokoh fiktif dalam Manga dan Anime Naruto. Diceritakan, Kakashi adalah guru dari naruto, sasuke, dan sakura. Dia juga dikenal sebagai “kakashi si ninja peniru”, dan konon jumlah jurus yang sudah ia tiru mencapai 1.000 jurus.Nama kakashi berarti orang-orangan sawah.

Karakteristik

Kakashi dicirikan dengan mata sayu, rambut yang berwarna putih, mata kirinya ditutupi pelindung kepala Konoha, dan selalu membawa buku novel dewasa “Icha-Icha Paradise”, dan menurut Sakura, Kakashi ini selalu memasang wajah tidak bersemangat sehingga ia terlihat tidak memiliki wibawa.

Hal unik yang dimiliki Kakashi adalah mulut dan hidungnya yang tidak pernah diperlihatkan. Kelakuannya yang paling menjengkelkan bagi Naruto dan kawan-kawannya ialah kebiasaan Kakashi yang jarang datang tepat waktu (telat 3 jam sampai 12 jam) dengan alasan konyol seperti “Aku tersesat di jalan bernama kehidupan,” ataupun “Di jalan aku bertemu wanita tua,”.

Dibalik itu semua, dia memiliki masa lalu yang pahit. Dia juga pandai merangkai kata. Salah satu kalimat yang paling berkesan adalah: “ninja yang melanggar aturan disebut sampah, tetapi ninja yang tidak memperdulikan temannya lebih rendah dari sampah”. Dia sering mengucapkan ini karena dia telah disadarkan oleh temannya yg mati di dalam misi, Obito Uchiha. Sebelumnya, dia adalah orang yg sangat mementingkan aturan.

Ia dijuluki “Sharingan No Kakashi” dan “Copy Ninja Kakashi” karena kemampuannya menyalin jurus orang lain dengan sharingannya.

Kemampuan

Kakashi dikenal luas sebagai ninja peniru (copy ninja). Kemampuan ini didapatnya dari sharingan yang di mata kirinya. Mata ini bisa membaca gerakan sampai tiga detik sebelum kejadian. Bisa juga sebagai media Doujutsu atau jutsu menggunakan mata yaitu Sharingan. Kabarnya kakashi meniru 1000 jurus musuh dengan kemampuan ini.

Dia juga memiliki kemampuan untuk manipulasi chakra. Sebagai contohnya, dengan mengumpulkan chakra di tangannya, dia mampu membuat tangannya dialiri chakra yang berbentuk seperti petir untuk menyerang musuhnya. Teknik ini biasa disebut Chidori atau Raikiri. Chidori berarti “kicauan 1000 burung” karena bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh jutsu ini mirip seperti kicauan burung (sering dituliskan dengan kata “ckit.. ckit..”). Sedangkan raikiri berarti pemotong petir, karena konon Kakashi mampu memotong petir dengan jutsu ini.

Sekarang Kakashi telah mempercepat waktu penggunaan segel jutsunya. Contohnya ketika dia memakai jurus Suiton : Suiryuudan no Jutsu yang notabene memerlukan 42 segel jutsu, dia hanya menggunakannya dengan waktu 4 detik.

Belakangan, dia juga berhasil mengaktifkan Mangekyou Sharingan (kekuatan bola mata tingkat tinggi yang dapat memindahkan sesuatu dari dimensi awal ke dimensi akhir), yang digunakannya untuk melempar tangan Deidara dan ledakan jutsu Deidara ke dunia lain.

Kakashi juga dapat menggunakan beberapa elemen seperti Tanah(Doton) , Air (Suiton), Angin ( Fuuton ), Api ( Katon ) dan elemen Petir (Raiton). Dia juga dapat menggunakan Ninjutsu, Taijutsu, Genjutsu, dan dia juga memiliki kemampuan untuk menyegel (Seal Knowledge). Kakashi merupakan Jounin terbaik di Konohagakure.

Sumber: Wikipedia

Taman Nasional Gunung Lorentz

Posted in Uncategorized with tags , , , on July 25, 2009 by hatakehafiz

peta_lorentz

Taman Nasional Lorentz semula berstatus Cagar Alam sesuai SK. Menteri Pertanian No. 44/Kpts/Um/I/1978 dengan luas 2.150.000 hektar, kemudian pada tahun 1997 ditetapkan menjadi Taman Nasional sesuai SK. Menteri Kehutanan No. 154/Kpts-II/1997 tanggal 19 Maret 1997 dengan luas keseluruhan ±2.505.600 hektar.

Ekosistem Kawasan Taman Nasional Lorentz ini mulai dari Puncak Jaya (5.039 meter dpl) yang diselimuti gletser, vegetasi alpin, hutan pegunungan, hutan basah dataran rendah hingga air tawar dan hutan bakau di pesisir, sehingga kawasan ini memiliki 72% dari seluruh binatang menyusui dan 63% dari seluruh burung yang ada di Irian Jaya.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis.
lorentz

Letaknya membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat juga beberapa kekhasan dan keunikan, seperti gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang sampai beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Balliem.
6403336_2

Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN

Sejarah Kawasan :

Tahun 1916, ditetapkan sebagai Monumen Alam Lorentz pada masa pemerintahan Belanda

Tahun 1978, oleh Pemerintah Indonesia ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan luas 2.150.000 Ha.

Tahun 1997, ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai Taman Nasional Lorentz dengan luas 2.450.000 hektar

Fisik

Geologi dan tanah

Bagian Selatan Taman Nasional Lorentz merupakan dataran alluvial pantai yang sangat luas dan bagian tengah pegunungan yang tidak datar merupakan ciri kawasan lorentz. Kawasan ini mempunyai struktur geologi yang kompleks akibat interaksi lempeng Australia dan lempeng Pasifik.

Puncak tertinggi dari jajaran pegunungan dan lereng bagian Selatan terbentuk oleh lempeng campuran yang terdiri atas kerak benua Australia dan bagian bawah Palcozoic dari zaman Tasman Orogen. Keduanya berubah dan tertimbun sedimen pada zaman Holosen. Bagian selatan yang terendam terbentuk oleh batuan alluvium pada zaman Neogen dan Kuarter, sedangkan lereng bagian selatan dan kaki bukitnya dicirikan oleh lapisan tebal dari batuan Silurian atau Devonian hingga Permain, semuanya sedikit banyak mengalami perubahan bentuk. Batu lempung, shale, batu pasir, konglomerat dan batuan vulkanik membentuk endapan ini. Bagian tertinggi dari kawasan pegunungan merupakan lapisan batuan endapan setebal 2.000 meter, yang terdiri dari campuran batu gamping, marl dan batu pasir. Semua endapan ini berada pada daerah pasang surut atau pada lingkungan perairan laut.

Iklim

Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Fergusson kawasan masuk kedalam tipe iklim A, dengan curah hujan 3.700 – 10.000 mm pertahun dan suhu berkisar antara 19º-32º C.

Biotik

Flora

Jenis-jenis flora di zona pegunungan, sub-alpin dan alpin telah diteliti dengan sangat rinci di gunung Trikora dan sebagian di gunung Jaya Wijaya menunjukkan endemisme yang tinggi. IUCN (1990) mengkatagorikan Taman Nasional Lorentz sebagai salah satu pusat keanekaragaman flora di Indonesia.

Dalam kawasan Taman Nasional Lorentz sedikitnya terdapat lima zona vegetasi menurut ketinggiannya, yaitu zona dataran rendah, zona pegunungan, zona sub-alpin dan zona nival.

Beberapa zona kemudian dibagi lagi dalam sub zona berdasarkan fisiografis, perubahan fisionomi dan floristik sebagaimana digambarkan sebagai berikut :

Zona dataran rendah

Sub-zona pantai 0 – 4

Sub-zona rawa pasang surut 0 – 1

Sub-zona jalur meander 0 – 25

Sub-zona rawa gambut 3 – 50

Sub-zona lahan aluvial 50 – 150

Sub-zona lembah aluvial 25 – 100

Sub-zona teras terpotong 100 – 650

Zona pegunungan

Sub-zona pegunungan bawah 650 – 1.500

Sub-zona pegunungan tengah 1.500 – 2.800

Sub-zona pegunungan atas 2.800 – 3.200

Zona Subalpin

Sub-zona sub-alpin bawah 3.200 – 3.650

Sub-zona sub-alpin atas 3.650 – 4.170

Zona alpin 4.170 – 4.585

Zona nival >4.585

Flora Zona Dataran Rendah

Sub-zona pantai (Sistem lahan Putting, 0 – 4 m) : Vegetasinya berkisar dari tanaman apung dan tanaman bawah air, hingga rumput rawa, alang-alang, sagu, palem, pandan dan hutan rawa serta hutan bakau.

Sub-zona rawa pasang surut (0 – 1 m): Rawa hutan bakau dan nipah yang dipengaruhi pasang surut, Komunitas bakau juga ditemukan di pedalaman sepanjang sungai, jenis Nypa fluticans tumbuh hingga ke pedalaman.

Sub-zona daerah meander (0 – 25 m) : Hutan klimaks campuran

Sub-zona rara gambut (3 – 50 m) : Pandan, Carallia, Syzygium dan Campnosperma , Terminalia, Alstonia, Barningtonia, Metroxylon sagu, Diospyros, Pandanis dan Myristica di daerah rawa-rawa.

Sub-zona kipas aluvial (50 – 150 m) : Annonaceae , yaitu Apocynaceae. Burceraceae, Dipterocarpaceae, Ebenaceae, Vagaceae, Liguminceae, Meliaceae, Moraceae, Myrtaceae dan Sterculiaceae . Species pohon yang khas di tingkat atas adalah Pometia, Alstonia, Ficus dan Terminalia , sedangkan pohon tingkat bawah adalah Garcinia, Diospiros, Myristica, Maniltoa dan Microcos .

Sub-zona lembah aluvial (25 – 100 m) : Vegetasi ini meliputi jenis vegetasi yang berada sejajar dengan sungai sepanjang garis gradien dari keadaan basah hingga ke keadaan kering.

Sub-zona ketinggian teras terpotong (100 – 650 m) : Tumbuhan sarang semut/sejenis pakis ( Myrmecodia dan Lecanopteris myrabilis ), tumbuhan kantung karnivora ( Nephantes spp)., Casuarina, Dacrydium, Podocarpus, Tristania, Eugenia, Syzygium . Dacrydium, Podocarpus, Tristania, Eugenia dan Syzygium Pandan dan Freycinetia spp .

Zona-pegunungan (600 – 2300 m) :

Sub-zona pegunungan bawah (699 – 1.500 m) : Pakis pohon lebih banyak ditemukan di semak dan lapisan pohon bawah, serta perdu seperti Elastosterma, Bogonia dan sejenis Impatiens berbunga jingga merah jambu yang menyolok di lapisan bawah. Hutan ini juga kaya akan spesies dan pohon-pohon Castanopsis dan Lithocarpus dan Sloanea , serta Cryptocarya .

Sub-zona pegunungan tengah : Hutan pegunungan tengah campuran, hutan Captanopsis , hutan Notofagus , hutan Caniferous , hutan rawa pegunungan tengah, rawa rumput sedge, rawa rumput Phragmites pegunungan tengah, padang rumput Miscanthus pegunungan tengah dan rangkaian vegetasi bekas ladang.

Pohon-pohon tudung yang banyak tumbuh berasal dari keluarga Fagaceae, Lauraceae, Cunioneaceae, Elaeocarpaceae , dan Myrtaceae . Tumbuhan bawah pohon meliputi Garcinia, Astronia, Polyosomo, Symlocos, Sericolea, Drymis, Prunus, Pittospermum dan Araliaceae .

Hutan Coniferous terdapat pada ketinggian diatas 2.400 m. Beberapa genusnya antara lain Podocarpus, Darycarpus, Papuacerdus, Phyllocladus dan Arocaria .

Zona sub-alpin

Zona sub-alpin ditandai dengan adanya hutan-hutan sub-alpin, yang bercampur dengan vegetasi jenis lainnya. Hutan sub-alpin-bawah miskin akan flora. Hutan di zona ini memiliki tudung yang tertutup, dengan ketinggian mencapai 10 hingga 15 m. Beberapa jenis yang dominan antara lain Rapanea sp., Dacrycarpus compactus dan Papuacedrus papuas .

Zona alpin Zona alpin berada pada ketinggian antara 4.170 dan 458.5 m dpl. Vegetasi alpin meliputi semua komunitas yang tumbuh di atas batas semak tinggi. Vegetasi ini berbentuk padang rumput, kerangas dan tundra.

Padang rumput pendek (Grassberg 4.200 m) : Rumput-rumputan yang dominan adalah Agrostis reinwardtii, Deyeeuxia brassi, Anthoxantium angustum, Monostachya oreoboloides, dan Poa callosa. Lantainya diliputi oleh briofita dan licea terutama Rhacomitrium crispulum, Frullania reimersii, Cetraria spp. dan Thamnolia vermicularis . Semak yang paling banyak ditemukan adalah Styphelia suaveolens , Tetraolopium ericoides , dan Rhododendron correoides .

Padang rumput tussock alpin : Deschamsia klosii membentuk padang rumput tussock yang padat di tanah yang terdainase dengan baik dari ketinggian 4.000 hingga 4.500 m di gunung Jaya. Semak seperti Styphelia suaveolens berada di dalam tussock, bersama dengan berbagai jenis perdu, terutama Papuzilla laeteviridis dan the minute fern Cystopteris sp . Padang rumput tussock alpin yang padat dapat juga merupakan komunitas klimaks kawasan alpin.

Tetramolopium klossi – Kerangas Rhacomitrium : Tetramolopium klossi tumbuh sebagai semak rendah yang menyebar hingga 30 cm, berakar hampir di hamparan lumut Rhacomitrium crispulum, dan Distichum capillaceum, Styphelia siaveolens dan Vaccinium cf. coelorum d engan frekuensi yang naik di daerah morena tua.

Semak kerangas kerdil : Komunitas ini menempati puncak punggung gunung dan lereng di ketinggian lebih dari 4.200 m serta di luar kawasan yang dipengaruhi pergerakan es neoglasial. Komunitas ini terdiri dari hamparan semak hingga setebal 20 cm, yang umumnya terdiri dari Styphelia suaveolens , serta Tetramolopium klosii , Tertramopolium pilosovillosum , dan kadang kala Coprosma brassii , serta semak Senecio sp. Deschamsia klossii dan Monostachya oreobolides menempati celah-celah pada kerangas beserta hamparan Geranium , Epilobium detznerianum dan Parahebe wanderwateri yang tersebar dimana-mana.

Tundra alpin kering : Morena yang termuda pada ketinggian 4.230 hingga 4.600 m telah tersingkap oleh adanya lelehan es yang terus-menerus selama 30 tahun dan ditumbuhi lumut serta beberapa spesies herba yang mampu tumbuh di tanah mineral alkalin.

Tundra alpin basah : Lembah kuning memiliki lantai yang sangat datar dilewati oleh banyak morena rendah. Di belakang morena-morena ini dan di beberapa cukungan cadas, hamparan lumut yang membentang mendukung beberapa spesies herba untuk membentuk suatu komunitas, yang menyerupai tundra lapin basah Gunung Wilhem yang di deskripsikan oleh Wade dan Mac Vean (1969). Lumut utama, Breutelia aristivolia , tumbuh pada danau kapur yang tergenang secara periodik dari morena dasar sekitar. Hamparan kecil Gnaphalium breviscapum , Geranium potentiloides var. alpestre dan Renunculus spp . tumbuh di sana. Rumput Sedges berkisar dari jarang hingga banyak dengan tuft-tuft terbalut Deschampsia klossii yang ada di sana-sini. Komunitas ini muncul pada ketinggian yang relatif rendah, 4.500 m, dan dikelilingi oleh kerangas Tertramolopium.

Fauna

Mamalia

Taman Nasional Lorents telah dinilai oleh para ahli mamalogi terkemuka sebagai daerah yang paling penting bagi varietas mamalia di Melanesia. Dari 42 jenis (spesies) yang tercatat selama survei, 10 atau hampir 25 persen, merupakan catatan baru untuk Irian Jaya, sedangkan 2 jenis merupakan spesies baru. Jenis satwa baru dan langka, yaitu kangguru pohon ( Dendrolagus mbaiso ), Dendrolagus dorianus , jenis tikus (genus Stenomys), dua spesies tikus raksasa : Mallomys aroaensis dan M. Istapantap . Jenis kelelawar ( Syconycteris hobbit ), kelelawar jenis ( Paranyctimene raptor ), Pipistrellus collinus , dan Tadarida kuboriensis . Spesies lainnya, yaitu landak Irian ( Zaglossus brujini ), tikus ( Coccymys rummleri ), tikus air ( Hydromys habbema ), posum kerdil ( Cercatus caudatus ), tikus ( Mellomys mollis ), walabi coklat ( Docropsis muelleri ), kuskus abu ( Phalanger gymnotis ), kuskus totol ( Spilocuscus maculatus ) dan posum bergaris ( Dactylopsila trivergata ).Sejumlah 64 spesies malalia sejauh ini telah diidentifikasikan dan diiperkirakan ada sebanyak 90 hingga 100 spesies mamalia yang mungkin hidup di Taman Nasional Lorents.

Burung

Taman Nasional Lorents meliputi dua Daerah Burung Endemik (DBE) dengan total 45 burung sebaran terbatas dan 9 spesies burung endemik yang dibatasi dibarisan Pegunungan Sudirman dan DBE dataran rendah Irian bagian selatan. Archboldia papuensis , cendrawasih elok ( Macgregoria pulchra ), ifrita topi-biru ( Ifrita kowaldi ), pipit ekor-api ( Oreostruthus fuliginosus ), sesap madu ( Eurostopodus archboldi ), walet sapi maupun walet gunung ( Collocalia esculenta dan C. hirundinacea ), mambruk selatan ( Goura scheepmakeri ), nuri kabare ( Pittrichas fulgidus ), itik noso ( Anas waigiuensis ), dan robin salju ( Petroica archboldi ).

Amphibi dan Reptil

Jenis-jenis yang dapat dijumpai di kawasan ini Lobula sp., ular sanca boelan ( Morelia boelini ), kura-kura moncong babi ( Carettochelys insculpta ), dan buaya ( Crocodylus porosus dan C. novaeguineae )

Ikan

Diperkirakan lebih dari 1.000 spesies ikan terdapat di Taman nasional Lorentz, diantaranya yaitu Ikan kaloso atau lebih populer dengan sebutan arwana ( Scleropages jardini ).

SURINAME

Posted in Uncategorized on July 23, 2009 by hatakehafiz

flag-of-suriname

Republik Suriname (Surinam) adalah sebuah negara di Amerika Selatan dan merupakan bekas jajahan Belanda. Negara ini berbatasan dengan Guyana Perancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudra Atlantik. Suriname ini disebut sebagai “Indonesia Sebelah Barat”.

Wilayah Suriname mulai dikenal luas sejak abad ke 15, yaitu ketika bangsa-bangsa imperialis Eropa berlomba menguasai Guyana, suatu dataran luas yang terletak di antara Samudera Atlantik, Sungai Amazon, Rio Negro, Sungai Cassiquiare dan Sungai Orinoco. Semula dataran ini oleh para ahli kartografi diberi nama Guyana Karibania (Guyana yang berarti dataran luas yang dialiri oleh banyak sungai dan Karibania dari kata Caribs yaitu nama penduduk asli yang pertama kali mendiami dataran tersebut).

Di Suriname tinggal sekitar 75.000 orang Jawa yang dibawa dari Hindia-Belanda antara tahun 1890-1939.

Populasi Suriname terdiri dari beberapa kelompok minoritas. Kelompok terbesarnya adalah Hindustani, turunan dari imigran abad ke-19 dari India, sekitar 37% dari populasi. Kreol, campuran antara kulit putih dan hitam membentuk sekitar 31 persen, suku Jawa (yang “diangkut” ke sana dari Hindia-Belanda) dan Maroon (turunan dari budak Afrika yang kabur) membentuk 15 dan 10 persen, beurutan. Sisanya merupakan Indian-Amerika, Tionghoa dan kulit putih. Komunitas Yahudi yang kecil yang terdiri dari beberapa keluarga, turunan dari kaum Sefardim yang dulunya lari dari Iberia ke Belanda, juga tinggal di negara ini. Karena banyaknya kelompok etnis di negara ini, tidak ada agama utama di sini. Kebanyakan Hindustani beragama Hindu, tetapi Islam dan Kristen juga tersebar luas. Kristen merupakan agama dominan dalam kalangan Kreol dan Maroon.

Bahasa Belanda merupakan bahasa resmi di Suriname. Orang Suriname juga berbicara bahasa mereka: Sranang Tongo, bahasa Jawa, bahasa Indonesia dan lainnya. Dan juga bahasa asal bahasa Karibia dan bahasa Arawakan, orang Indian Suriname juga bicara bahasa mereka sendiri. Sebagai tambahan bahasa Inggris juga digunakan luas, terutama dalam fasilitas dan toko yang berorientasi turis.

Adanya orang Jawa di Suriname ini tak dapat dilepaskan dari adanya perkebunan-perkebunan yang dibuka di sana. Karena tidak diperbolehkan ada perbudakan di sana, maka orang-orang keturunan Afrika dibebaskan dari perbudakan. Di akhir 1800an Belanda mulai mendatangkan para kuli kontrak asal Jawa, India dan Tiongkok. Orang Jawa awalnya ditempatkan di Suriname tahun 1880-an dan dipekerjakan di perkebunan gula dan kayu yang banyak di daerah Suriname.

Orang Jawa tiba di Suriname dengan banyak cara, namun banyak yang dipaksa atau diculik dari desa-desa. Tak hanya orang Jawa yang dibawa, namun juga ada orang-orang Madura, Sunda, Batak, dan daerah lain yang keturunannya menjadi orang Jawa semua di sana.

Orang Jawa menyebar di Suriname, sehingga ada desa bernama Tamanredjo dan Tamansari. Ada pula yang berkumpul di Marienburg. Orang Jawa Suriname sesungguhnya tetap ada kerabat di Tanah Jawa walau hidupnya jauh terpisah samudra, itu sebabnya Bahasa Jawa tetap lestari di daerah Suriname. Mengetahui Indonesia sudah ‘merdeka’, banyak orang Jawa yang berpunya kembali ke Indonesia, namun hanya sedikit orang-orang yang bisa kembali. Kemudian, di tahun 1975 saat Suriname merdeka dari Belanda, orang-orang yang termasuk orang Jawa diberi pilihan, tetap di Suriname atau ikut pindah ke Belanda. Banyak orang Jawa akhirnya pindah ke Belanda, dan lainnya tetap di Suriname. Rata-rata orang Jawa Suriname beragama Islam, walau ada sedikit yang beragama lain.

Yang unik dari orang Jawa Suriname ini, dilarang menikah dengan anak cucu orang sekapal atau satu kerabat. Jadi orang sekapal yang dibawa ke Suriname itu sudah dianggap bersaudara dan anak cucunya dilarang saling menikah. Jumlah orang Jawa Suriname mencapai 15% dari keseluruhan penduduk Suriname.

Papua New Guinea

Posted in Uncategorized with tags , , on July 23, 2009 by hatakehafiz

cheap-calling-to-papua-new-guinea-flag

Papua New Guinea is one of the unique countries which located between side of Indonesia and up of Australia. It is a progress country, after the decision to become an independent country Papua New Guinea presently has become one of the states that considers as tourism object. Papua New Guinea offers a natural side of beaches, forest, hills, and active mountains.

The object of vacations lets the traveler enjoy the beautiful landscape despite the friendly people of Papua New Guinea. In addition, this country has original tribes of Papua New Guinea (local people). Those who like adventure, trekking and hiking will get much interest with spending their holidays in here, as most of the places here give them amazing experience.

Habitually, the travel agencies will recommend you to visit some places which are representing as the soul of Papua New Guinea. There is some holiday-packet’s place that becomes the most wanted places by the travelers of vacationers: Object of Conservation, Kokoda Track, and Holiday Trekking. That objects give real journey, also offer to support the local and the surroundings. The support from government to make Papua New Guinea as holiday destination also become one of purpose to keep the natural aspect of this country

PULAU FIJI

Posted in Uncategorized on July 23, 2009 by hatakehafiz

fiji-flag

Republik Kepulauan Fiji adalah sebuah negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik, di sebelah timur Vanuatu, sebelah barat Tonga, dan sebelah selatan dari Tuvalu. Fiji memiliki 322 pulau, 106 di antaranya berpenghuni. Selain itu ada pula 522 pulau kecil. Kedua pulau terbesar adalah Viti Levu dan Vanua Levu yang penghuninya meliputi 82% dari keseluruhan penduduk negara ini. Nama Fiji adalah sebuah kata kuno dalam bahasa Tonga untuk kepulauan itu, yang pada gilirannya berasal dari nama dalam bahasa Fiji, Viti.

Ibu kota Fiji, Suva, terletak di pulau ini. Di Fiji banyak imigran yang berasal dari India/Pakistan, yang datang (pada awalnya) sebagai budak untuk mengerjakan perkebunan tebu oleh pemerintah Kolonialis Inggris pada abad ke 19.

Jumlah penduduk Fiji tercatat pada tahun 2002 adalah sebanyak 827,900 orang, dengan komposisi penduduknya adalah : Penduduk Asli Fiji (Malenesia dan Tonga) adalah 54.3% sedangkan keturunan India (Indo-Fiji) adalah 38.1%

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.